Comments Off

18 Negara Buat Perencanaan Megathrust Mentawai

Ist


PADANG, Inspirasi Bangsa (16/3)— Sebanyak 18 negara termasuk Indonesia, melakukan pertemuan selama dua hari di Padang (14-15 Maret 2013) membahas ancaman gempa besar alias Magathust Mentawai. Berdasarkan analisis dan kajian saintis, Mentawai Megathrust merupakan salah satu dari empat kawasan utama yang memiliki risiko dan probabilitas tsunami tinggi di Indonesia. Tingginya tingkat seismisitas kawasan ini merupakan sumber utama penyebab gempabumi besar, antara 8 hingga 9,3 SR.
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Fathul Hadi dalam jumpa pers disela kegiatan latihan bersama “Mentawai Megathrust Disaster Relief Exercise” di Padang, mengatakan, sekalipun periode ulang gerakan lempeng megatrush Mentawai ini ratusan tahun, namun tak dapat diprediksi waktu yang tepat kembali terulangnya. ” Ancaman bencana yang demikian perlu kita sikapi dengan melakukan langkah – langkah nyata mengurangi risiko yang dapat timbul,” katanya.
Ia menjelaskan, upaya yang lebih serius terhadap Pengurangan Resiko Bencana terus dilakukan Pemerintah Indonesia.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan perhatian besar terhadap ancaman bencana tsunami, khususnya Mentawai Megathrust. Ia menginstruksikan BNPB untuk mengkoordinasikan penyusunan Master Plan Pengurangan Risiko Bencana (MPPRB) Tsunami. Perintah tersebut ditindaklanjuti oleh BNPB dengan melibatkan sejumlah kementrian dan lembaga termasuk perguruan tinggi.
“Ada empat program utama yang tercakup dalam Masterplan PRB (Pengurangan Risiko Bencana-red) Tsunami yaitu penguatan rantai peringatan dini tsunami, pembangunan dan peningkatan tempat evakuasi sementara, penguatan kapasitas kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana, serta pembangunan kemandirian kebencanaan,” terangnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan BNPB Wisnu Wijaya menrangkan, rangkaian latihan bersama ini bertema ” Strengthening Collaboration and Parnertship in Disaster Response to Build a Resilient Region “. Diselenggarakan dalam kurun 2013 – 2014 oleh BNPB dan Kementerian terkait serta melibatkan sipil – militer dari negar – negara ASEAN serta negara – negara dari East Asia Summit, seperti China, Jepang, Korea India, Selandia Baru, Australia, USA, dan Rusia.
Rangkaian latihan meliputi Table Top Exercise (TTX), Command Post Exercise (CPX), dan Field Training Exercise (FTX), diikuti dengan Humanitarian Civic Action (HCA). “Persiapan TTX telah dilakukan pada bulan Februari lalu yaitu melalui Concept Development Conference dan Initial Conference untuk TTX, ” ujar Wisnu. Tanggal 14 – 15 Maret ini, dilaksanakan kegiatan persiapan lanjutan atau Final Planning Conference (FPC) untuk TTX. Tujuannya adalah untuk memfinalisasi skenario dan materi latihan bersama. “Kegiatan Table Top Exercise sendiri akan diselenggarakan pada bulan April mendatang,” tandasnya.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekda Prov) Sumatera Barat Ali Asmar didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Yazid Fadli juga menyebutkan, perhatian BNPB yang besar terhadap ancaman bencana tsunami di Sumatera Barat patut disikapi positif oleh masyarakat dan pemerintah setempat. “Dijadikannya Sumatera Barat sebagai tempat pusat latihan kebencanaan yang bersifat regional dan internasional membawa keuntungan tersendiri. Sumbar sebagai kawasan ‘ super market’ bencana karena berbagai fenomena alam bisa mendapatkan sosialisasi dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan, sekaligus menjadikan banyak pihak datang ke Sumatera Barat menghidupkan travelisasi pariwisata,” katanya.
Di sisi lain diakui Sekda, upaya rehab rekon pasca gempa 2009 lalu di Sumbar khusunya di Mentawai dan Padang masih mengalami hambatan dari berbagai aspek. Namun, hambatan – hambatan tersebut bukan karena kurangnya dukungan dari masyrakat dan pemerintah setempat melainkan karena terbatasnya ketersediaan lahan. Sebab, lahan yang ada sebagai lokasi relokasi adalah hutan lindung yang tidak bisa sembarangan penggunaannya. “Kita tetap berupaya untuk melakukan percepatan rehab rekon agar masyarakat pasca bencana segera bangkit dan dapat dengan normal menjalani kehidupan, ” ujar Sekda.
Pemerintah Sumbar, lanjutnya, membuat kebijakan mitigasi bencana sebagai aspek regulasi yang memperkuat kapasitas kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana, agar PRB tsunami terkait Mentawai Megathrust bisa disusun sebagai landasan program berkelanjutan. (mra)

Filed in: Daerah, Sumatera Tags: 

Get Update

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

© 6152 Inspirasi Bangsa. All rights reserved.