Comments Off

Dengan Penuh Kecewa Pedagang Buku Eks Titi Gantung Pindah ke Lokasi Baru

Pedagang Buku


MEDAN, Inspirasi Bangsa (24/6)— Setelah melakukan penolakan beberapa kali, akhirnya pedagang buku eks Titi Gantung yang berada di kawasan Lapangan Merdeka Medan menyerah dan pelan-pelan mulai meninggalkan lapak berdagang yang sudah disewa selama.bertahun-tahun.
Sebagaimana diketahui, pedagang Titi Gantung sekitar tahun 2003 dipindahkan ke kawasan lapangan Merdeka dengan alasan agar titi bersejarah yang berada diatas stasiun kereta api Medan, akan dilestarikan dan menjadi pagar budaya kota Medan.
Tapi, saat ini, pedagang Titi Gantung direkolasikan lagi ke areal lain untuk berjualan. Awalnya ditawarkan di kawasan Mandala, tetapi karena tempatnya tidak strategis sebagaimana Titi Gantung yang berada di inti kota, pedagang menolak. Kemudian Pemko Medan menawari lagi kepada pedagang untuk membuka lapak di kawasan Jalan Pegadaian, masih di pinggiran rel KA, itu pun belum memuaskan, sebab secara psikologis, tempat itu jauh dari kenyamanan pembeli buku.
“Kalau disini khan tenang, banyak pohon-pohon besar, pembeli pun santai membeli buku di tempat ini,” kata Abu Khairi yang juga Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Buku Lapangan Merdeka (Aspeblam) baru-baru ini kepada wartawan.
Pada 20 Juni 2013 lalu, Pemko Medan berupaya keras melakukan pengosongan paksa terhadap lapak pedagang buku di kaki lima sebelah timur lapangan Merdeka itu. Sepasukan polisi bertameng dan pemukul dibantu Satpol PP dan TNI dikerahkan menghalau pedagang.
Tetapi upaya itu sia-sia karena mendapat perlawanan warga pedagang dibantu OKP. Walhasil, diberikan tiga hari batas maksimal pengosongan areal yang akan dibangun tempat parker dan jembatan penyeberangan atau sky bridge. JAdi, karena waktu mendesak untuk percepatan pembangunan sky bridge dan lapangan parkir “city chekin” ke Bandara Kuala Namu, maka pedagang dipaksa mengosongkan lahan.
Asisten Ekbang Ir Qamarul Fattah MSi, didampingi Asisten Pemerintahan Drs Musadat Nasution, baru-baru ini mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dan memberikan peringatan kepada para pedagang bahwa tiga hari ke depan sejak eksekusi lahan pada 20 Juni lalu, adalah waktu maksimal untuk pindah ke lokasi baru yang telah disiapkan Pemko Medan.
Hal ini tampaknya mulai diindahkan pedagang, karena sejak pagi hingga sore kemarin, Sabtu lalu, para pedagang tampaknya mulai menggeser dagangannya keareal baru dengan menggunakan mobil pick up. “Tolong jangan difoto-foto bang,” ujar salah satu pedagang yang terlihat merasa terganggu dengan kehadiran wartawan.
Para pedagang ada juga sebagian yang menggunakan mobil pick up Dinas Kebersihan Pemko Medan dan sebagiannya lagi menggunakan angklutan masing-masing. Namun, dalam pantauan wartawan, sebaguian pedagang tampak masih sibuk melayani pembeli seperti tidak merasa khawatir dengan ancaman Pemko Medan yang memberikan waktu tiga hari untuk pengosongan lahan itu. (Bar)

Filed in: Daerah, Sumatera Tags: 

Get Update

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

© 2014 Inspirasi Bangsa. All rights reserved.