Comments Off

DP4 Pemilu Legislatif NTT 3,775 Juta

Ist


KUPANG, Inspirasi Bangsa (7/2)— Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Provinsi NTT untuk pemilu legislatif 2014 sebanyak 3,775 juta lebih jiwa sedangkan Data Agregat Kependudukan per-Kecamatan (DAK2) sebanyak 5,343 juta lebih jiwa.
DP4 provinsi NTT untuk pemilu legislatif 2014 ini diserahkan oleh Gubernur Frans Lebu Raya kepada KPU NTT yang diterima Sekretaris KPU NTT, Ubaldus Gogi di ruang kerja gubernur, Kamis (7/2).
Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Wilhelmus Foni dalam laporannya mengatakan, DP4 yang diserahkan ini bersumber dari database kependudukan kabupaten/kota yang telah diintegrasikan dengan hasil perekaman e-KTP oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatata Sipil Kementerian Dalam Negeri. Sehingga DP4 yang diserahkan ini tidak perlu diragukan.
“DP4 ini sebagai bahan bagi KPU dalam menyusun daftar pemilih sementara (DPS) dan pada saatnya akan ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT) yang akan digunakan warga untuk menggunakan hak pilihnya dala pemilu 2014,” kata Wilhelmus.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Gubernur Frans Lebu Raya menyampaikan, penyerahan DP4 ini dilaksanakan secara serentak di 33 provinsi dan 491 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
DP4 ini akan diproses lebih lanjut oleh KPU melalui tahapan pemutakhiran data pemilih, penyusunan dan pengumuman DPS sampai menjadi DPT. Dalam konteks ini, pemerintah dan pemerintah daerah telah berupaya untuk mepersiapkan data kependudukan dalam bentuk DP4 yang jauh lebih akurat.
“DP4 yang diserahkan ini merupakan pemilahan dari database kependudukan secara keseluruhan yang akurasinya sudah ditingkatkan secara maksimal,” tandas Gamawan.
Ia berharap agar sistim yang digunakan KPU dalam melakukan pemutakhiran data pemilih hingga menjadi DPT harus disesuaikan dan dapat diintegrasikan dengan Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Dengan harapan, semua warga yang telah mempunyai hak pilih, dapat mempergunakan hak pilihnya. Tetapi tidak dimungkinkan menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali.
Gamawan menambahkan, apabila sistim yang digunaan KPU tidak dapat terintegrasi dengan SIAK, maka akan menimbulkan kesulitan untuk memproses DP4 menjadi DPS dan DPT. Selain itu tidak dimungkinkan untuk melakukan pengecekan kebenaran, apabila adanya dugaan penggelembungan/penggandaan data pemilih.

Filed in: Bali & NT, Daerah Tags: 

Get Update

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

© 2014 Inspirasi Bangsa. All rights reserved.