Comments Off

Harga Tahu dan Tempe di Pasar Atambua Meningkat

Tahu dan Tempe (Ist)

Tahu dan Tempe (Ist)


ATAMBUA, Inspirasi Bangsa (30/8)— Kenaikan harga bahan pokok kacang kedelai berdampak pada meningkatnya harga jual tahu dan tempe di berbagai wilayah di indonesia. Kondisi kenaikan bahan dasar pembuat tahu tempe tersebut juga meningkat sekiranya 5% harga jual di pasar tradisional Atambua, Kabupaten Belu, NTT.
Pantauan wartawan, kamis (29/8) di pasar Atambua, rata-rata harga jual tahu tempe mengalami kenaikan harga dari sebelumnya. Kenaikan harga jual tahu tempe terebut diakibatkan kenaikan bahan pokok dasar tahu tempe yakni kacang kedelai.
Mia, salah satu pedagang tahu tempe ketika di konfirmasi wartawan mengatakan, harga jual tahu tempe meningkat sejak hari Senin, (26/8) lalu. Sebelumnya kenaikan dirasakan pada saat lebaran idul fitri. “Harga tahun tempe memang naik dan kami jual naikan harganya karena harga bahan pokok kacang kedelainya meningkat,” ungkap dia.
Menurut Mia, sebelumnya 4 potong tahu dijual dengan harga Rp. 2.000 dan tempe ukuran sedang Rp.2.500 sementara untuk tempe yang besar Rp. 5.000 menjadi Rp.6.000. Tetapi sejak hari Senin lalu para pedagang menjualnya dengan menaikan harga permsaing-masing Rp.500.
“Harganya naik sejak hari senin lalu dan rata-rata semua pedagang menaikan harganya Rp.500, seperti tempe yang besar harganya Rp.5.000 naik menjadi Rp.6.000 begitu juga dengan tahunya menjadi 3 potong Rp.2.000,” urai Mia.
Selain itu Galang pedagang lainnya mengemukakan dampak dari kenaiak tersebut membuat sebagian besar konsumen berkurang karena harga tahu tempe juga meningkat. Dijelaskan harga kacang kedelai sebelumnya 50 kilo Rp.450.000, tetapi sekarang harga naik menjadi Rp.470.00.
“Ya para pembeli juga awalnya tidak mau beli karena mahal, tapi kami harus jelaskan karena bahan pokoknya harga naik dan setelah itu baru pembeli merka membelinya,” ucap Galang.
Ari Dwipurwanto, salah satu pengelola atau perusahan pembuat tahu tempe di Pasar Baru, Kelurahan Bardao, Kecamatan Kota Atambua, ketika ditemui menjelaskan bahwa, sejak kenaikan harga bahan pokok pembuat tahu tempe, permintaannya pun sedikit menurun. ‘Kenaikan bahan pokoknya terasa sekali bagi kami yang pembuat tahu tempe. Tapi kami tetap memesan bahannya meski harganya naik, karena kalau tidak pesan kami merasa rugi,” kata Ari.
Untuk itu Ari menjelaskan, terkait kondisi sekarang pihaknya memakai beberapa opsi dalam menjual tahu tempe kepada para konsumen yang sering membeli. Opsi tersebut guna menjaga kestabilan harga jual di pasaran. Yang mana tetap naikan harga jualnya, tidak mungkin menjual dengan harga lama dan ukuran tetap sama. “Kami terpaksa pakai beberapa opsi ini, biar kami tidak rugi dan konsumen tetap membelinya,” ujar dia.
Sejauh ini kata Ari, untuk permintaan di pasaran masih kondusif normal dan tidak ada kendala bagi para pedagang juga para konsumen atau pembelinya. Sejauh ini stock tahu tempe di pasaran Kota Atambua dan sekitar masih relatif normal. (AD)

Filed in: Bali & NT, Daerah Tags: 

Get Update

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

© 5155 Inspirasi Bangsa. All rights reserved.