Comments Off

Jatah BBM Mobdis Pejabat Kalteng Dibatasi

Ist


PALANGKARAYA, Inspirasi Bangsa (9/2)— Masih terkait pemberlakuan sejak 1 Februari 2013 bahwa semua mobil dinas (Mobdis) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah tidak diperbolehkan menggunanakan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Selain di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur Mobdis pejabat setembat terpaksa diam-diam membeli BBM eceran sebagaimana pemberitaan Inspirasi Bangsa sebelumnya. Kali ini Pejabat di lingkungan Pemerintah provinsi (pemprov) Kalteng sendiri juga dibuat bingung mencari solusi. Pasalnya bukannya hanya dibatasi penggunaan jenis BBM tetapi pemprov juga membatasi jumlah pembiayaan (biaya operasional) bagi BBM mobdis hanya 50 liter per bulan dan jumlah tersebut dirasa tidak mencukupi kebutuhan bagi sebagian pejabat. Sehingga para pejabat pemegang mobis terpaksa menambah jatah BBM dengan biaya sendiri dan membeli BBM subsidi eceran atau bahkan diduga ada oknum yang nekad “kriminal” membeli langsung di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) dengan mengganti sementara plat merah dengan plat hitam pribadi.
Dua solusi
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kalteng-Kamsiah A.Mamat kepada Wartawan pekan ini di Palangkaraya mengatakan bahwa jatah BBM (50 liter/bulan) tersebut meskipun digunakan hanya dalam kota, secara logika memang masih kurang. Namun apakah kekurangan tersebut bakal menghambat kinerja atau tidak, menurut Kamsiah pemerintah tentunya akan mengevaluasi peraturan tersebut. Namun Kamsiah berharap sementara pemerintah mencari solusi terbaik, peraturan itu sebaiknya tetap berjalan dan kekurangan jatah BBM itu jangan dijadikan alasan kerja (kinerja) jadi terganggu. “Kalau nanti setelah kita evaluasi ternyata 50 liter tidak cukup dan berakibat kinerja terganggu, maka ada dua solusi harus dilakukan yakni penambahan anggaran dan menghentikan pengadaan kendaraan dinas. kalau saja anggaran untuk penambahan tidak tersedia.” Tegas Kamsiah. (Lind)

Filed in: Daerah, Kalimantan Tags: 

Get Update

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

© 2014 Inspirasi Bangsa. All rights reserved.