Comments Off

Krisis Listrik di Sumatera Utara

Parlaungan Simangunsong, ST

Parlaungan Simangunsong, ST

MEDAN, Inspirasibangsa (3/10) – Anggota DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangunsong, ST (foto), meminta PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk serius mengatasi krisis energi listrik yang terjadi di Sumatera Utara saat ini. Pasalnya, krisis yang terjadi sudah sangat mengkhawatirkan.
“Kalau PLN dan Pemprovsu Utara serius, ini sebenarnya bisa diatasi,” tegas Parlaungan Simangungsong, saat berbicara kepada wartawan, Rabu (2/10), terkait dengan pemadaman listrik belakangan ini yang terjadi di Sumut.
Mantan Ketua DPC AKLI (Asosiasi Kontraktor Linstrik Indonesia) Kota Medan ini mengungkapkan berdasarkan UU No. 30 tahun 2009, disebutkan bahwa penyedia energi listrik itu adalah PLN dan pemerintah. “Artinya, kondisi yang terjadi di Sumut saat ini adalah tanggungjawab PLN dan Pemprovsu,” tegasnya.
Menurut Parlaungan, ada dua solusi mengatasi krisis energi listrik yang terjadi saat ini. Pertama, Sumut mempunyai Inalum yang menyediakan energi listrik sebesar 650 megawatt. Karena kondisi sekarang sudah SOS, Pemprovsu dan PLN harus minta ke Inalum untuk menyalurkan energi listrik itu.
“Minimal setengahnya, sehingga kondisinya tidak seperti makan obat (3 x sehari, red). Dan Inalum harus memberikannya. Kenapa ketika bulan Ramadhan ini bisa, kok sekarang tidak,” sebut politisi Partai Demokrat ini mempertanyakan.
Kedua, sambung caleg DPRD Medan Periode 2014-2019 dari Partai Demokrat Nomor Urut 1 Dapil I ini, adanya perjanjian jual beli antara industri dengan PLN ketika setiap industri melakukan pemasangan baru. Dimana salah satu klausul perjanjian itu adalah jika mengalami defisit, maka industri harus menghentikan pasokan listrik dari PLN, khususnya pada saat beban puncak.
“Ini yang tidak dilakukan oleh PLN. Kalau serius melakukannya, besok sudah bisa berjalan seperti biasa (listrik tidak padam lagi),” sebut Parlaungan menyarankan.
Bayangkan, tambah anggota dewan yang sehari-hari bertugas di Komisi D ini, industri di Sumut memakai energi melebihi 100 MW. “Justru kita curiga, jangan-jangan industri itu memakai punya PLN. Sebab jika memakai pembangkit sendiri, mahal harganya,” ujarnya.
Untuk itu Parlaungan minta kepada Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujonugroho, jangan hanya bicara saja, tetapi harus melakukan action. “Kita khawatir akan menimbulkan anarkis di masyarakat, karena batas kesabaran masyarakat sudah habis melihat kondisi yang terjadi saat ini. Makanya, Gubsu harus segera bertindak mengatasi kondisi ini,” ungkapnya.
Diketahui, krisis energi listrik yang terjadi di Sumatera Utara saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, setiap hari terjadi pemadaman listrik sekitar 3 sampai 4 jam. Kondisi ini telah membuat kerugian semua pihak, karena pemadaman itu 3 sampai 4 kali sehari. (Bar)

Filed in: Energi, Sumatera Tags: ,

Get Update

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

© 2014 Inspirasi Bangsa. All rights reserved.