Comments Off

Kurang Perhatiannya Pemda Terhadap Karya Seni Asli Suku Papua

Pengrajin


MERAUKE, Inspirasi Bangsa (29/5)— Industri asli kerajinan tangan masyarakat Papua dari berbagai suku dan ras ada di Merauke.
Home industri asli Papua yang dikerjakan oleh masyarakat lima suku di tanah Merauke, yakni suku Marind, Asmat, Muyu, Mapi, dan Wamena.
Mereka menjadi satu di rumah industri “Iya Tiya Katine Monarera Katine Tira” yang terletak di jalan Pelayaran Baru, No. 6, Merauke.
Hasil karyanya dipasarkan baru sebatas di bandara Mopah, Merauke dan loby Hotel Swiss bel.
“Kami dapat penghasilan cuma Rp 1 juta perbulan dari hasil penjualan karya seni kami,” kata Alex seorang seniman dari suku Mapi kepada Inspirasi Bangsa, Selasa (28/5).
Rendahnya market hasil karya seni asli masyarakat Papua, boleh dibilang kurang perhatiannya Pemda Merauke terhadap kekayaan seni lokal yang memang sudah terbukti di dunia internasional.
“Pemda bisanya cuma bicara saja, padahal banyak orang dari luar Merauke sudah meminta, tapi kami tidak disuport,” kesal Panca, koordinator galeri Iya Tiya.

Hasil Kerajinan


Melihat hasil karya seni asli lima suku itu yang menggunakan murni konten lokal itu bisa bernilai tinggi. Bahkan bisa dijadikan ikon Merauke. Produk yang dihasilkan cukup beragam, seperti baju perang suku Marind, mahkota suku, koteka, rumbai pinggul, gelang, cincin tulang tanduk rusa, tombak, ukiran, patung asmat, tifan dan lain sebagainya.(Lang)

Filed in: Daerah, Papua Tags: 

Get Update

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

© 4491 Inspirasi Bangsa. All rights reserved.