Comments Off

Pencairan Dana Bantuan Sebaiknya Usai Pilgub

Dari kiri Eko Arief Nugroho (Jabar Institute), Moderator Erwin Kustiman dan Ketua Forum Ki Sunda Andi Kantaprawira.

BANDUNG, Inspirasi Bangsa (30/1) — sebanyak 3.860 desa di Jawa Barat tahun ini dijadwalkan mendapat bantuan Rp 100 juta/desa. Terkait dengan rencana tersebut, Forum Ki Sunda dan Jabar Institute menilai hal itu sebagai kejanggalan. Kejanggalannya menurut Ketua Forum Ki Sunda, Andi Kantaprawira dikeluarkan sebelum adanya Pilgub Jabar yang akan jatuh pada tanggal 24 Februari mendatang, Andi juga mempertanyakan dana aspirasi melalui DPRD Jabar untuk 1.456 desa sebesar Rp 20 juta/desa, bantuan gubernur untuk 1.000 kobong pesantren Salafiah sebesar Rp 100 juta/pesantren, total Rp 100 milyar bantuan.
Belum ribuan traktor untuk kelompok tani Pantura dan kapal untuk nelayan, pencairan BOS tahap 1 sebesar Rp 984 milyar, beasiswa untuk mahasiswa, bantuan untuk guru bahasa daerah, bantuan melalui kredit cinta rakyat dari bank BJB yang bunganya disubsidi. Andi menjelaskan pemberian media menjelang Gubernur Ahmad Heryawan melakukan cuti mayoritas diisi dengan berita-berita pemberian bantuan dalam berbagai bidang pembangunan dan kelompok masyarakat yang teralokasi secara cepat karena terjadi percepatan penyelesaian administratif yang disinyalir mencapai Rp 2,8 triliun.
Andi menilai dalam terminologi politik di AS hal itu disebut politik “pork barrel politic” atau politik Gentong Babi, politik gorong-gorong di Finlandia atau sedekah pemilihan seperti di Rumania.
Sementara itu ketua Jabar Institute, Eko Arief Nugroho menilai bantuan Bos sampai saat ini belum ada infrastruktur yang siap menerima, sehingga dengan tiba-tiba bantuan itu akan turun sebelum Pilgub 24 Februari mendatang — Arief menjelaskan proses pencairan seharusnya dilakukan selama 15 hari pengkajian dan hal itu tidak bisa dilakukan secara dadakan seperti saat ini.Dalam acara diskusi yang digagas Babarengan Media Center bertempat di Hotel Citarum Bandung, turut hadir juru bicara dari pasangan Yance-Tatang yang diwakili Lili Asyudireja, Dede Yusuf-Lex Laksamana yang diwakili Yuda, Rieke Diah Pitaloka-Teten diwakili Abi. Sementara itu anggota komisi A DPRD Jabar, Deden Darmansyah juga hadir dan menyarankan agar hasil diskusi tersebut diserahkan ke Gubernur Jabar. “Sampaikan saja insya Allah pak Gubernur dapat menerima, sampaikan agar pencairan-pencairan bantuan dilakukan setelah pemilihan Gubernur 24 Februari nanti,” ujar Deden. (Dud’s)

Filed in: Daerah, Jawa Barat

Get Update

Bagikan Artikel

Artikel Terkini

© 2014 Inspirasi Bangsa. All rights reserved.